Terimakasih untuk rasa penasaran yang amat besar ketika pertama bertemu,
Terimakasih sudah mencoba mengenalku lalu menghindariku,
Sepertinya aku memang "semembosankan" itu ya? Sampai-sampai tak ada yang ingin berbicara atau berbagi cerita bersamaku hehehe kasarnya tak ada yang perlu dibicarakan,
Terimakasih sudah membuatku pernah excited sendirian,
(Kok sendirian?)
Ya karna cuma aku yang repot ingin tau kabarmu, namun ternyata kamu sibuk dengan duniamu bersama teman-temanmu,
Baiklah aku tau aku tak boleh egois, sebab hidupmu bukan hanya ada aku, hidupmu bahkan terisi oleh berbagai hal, seperti teman-temanmu, lingkungan pekerjaanmu, dan lainnya, dan akuu sepertinya hanya sepersekian persennya. Iya kan wkwkwk
Padahal kamu tau tidak? Aku menyayangimu adalah part dimana aku menyayangi seseorang dengan versi terbaik aku, dan ternyataa hal itu tidak bisa diterima olehmu..
Hal yang menyakitkan lainnya adalah ketika aku sedang overthinking, kamu bukan menjelaskan agar aku tidak ovt lagi, tp kamu kembali menyalahkan ku dan memintaku mengerti dirimu, karna kamu merasa menjadi seseorang paling capeee didunia. Disitu aku sering bertanya kepada diriku sendiri, sikap aku salah ya? Aku keterlaluan ya gabisa ngerti dirinya? Aku terlalu beban kayaknya dihidupnya sampe-sampe aku merasa part dimana dia menyayangi ku sudah hilang. Perasaan nya yang katanya menyayangi tak sampai ke hati ini lagi..
Jadi mungkin benar kata orang, jika seseorang sudah berhenti penasaran denganmu, dia akan mulai menyepelekanmu, bahkan sekedar 'kabar' sekalipun.
Aku mulai mengerti kesibukan mua yang full 24/7. Tapi disaat ada waktu luang pun kamu kembali mengabaikan ku, lalu apa gunanya aku ini sebenernya?
_____
Tolong beri aku jawaban, kamu menghubungi ku karna sedang luang kan ?
Bukan meluangkan waktu hanya untuk menghubungi ku?
_____
Tolong ajari aku bagaimana cara menjadi orang yang menyenangkan agar tidak di abaikan lagi olehmu?
Komentar
Posting Komentar