Langsung ke konten utama

Kapten - Ending Part

 Untuk Kapten, yang pernah jadi rumah paling nyaman...


Terima kasih.


Untuk tawa-tawa yang dulu sederhana tapi kini jadi kenangan yang nyangkut di relung terdalam. Untuk detik-detik yang tak pernah panjang, tapi selalu terasa cukup. Untuk caramu hadir—walau kadang terlambat, kadang setengah-setengah—tetapi dulu, aku tetap menyambut.


Aku pernah menaruh seluruh rasaku padamu. Aku pernah menunggumu lebih lama dari yang bisa dimengerti oleh logika. Aku pernah menjadikanmu tujuan, arah, bahkan tak jarang—alasan aku bertahan.


Tapi aku lupa satu hal: bahwa cinta juga butuh ruang untuk bernapas, bukan hanya bertahan.


Kapten, jika kamu membaca ini suatu hari nanti, ingatlah… aku tidak menyesal pernah mencintaimu. Aku bangga pada diriku yang mampu mencintai seindah itu, sejujur itu. Tapi mencintai bukan berarti terus tinggal. Kadang, mencintai juga berarti memberi jalan, bahkan jika itu menyakitkan.


Hari ini, aku tidak lagi menunggu.

Bukan karena aku berhenti mencintaimu,

tapi karena aku mulai mencintai diriku.


Dan dari semua pelayaran panjang kita, aku belajar satu hal:

bahwa tidak semua yang kita perjuangkan, harus kita miliki.

Beberapa hanya perlu kita ikhlaskan… dengan cara yang anggun.


Selamat tinggal, Kapten.

Ini surat terakhir.

Bukan karena aku menyerah,

tapi karena akhirnya aku tahu, aku pantas untuk tenang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

(Dia) pecinta sepakbola ? - part III

 Halo kapten, Bagaimana kabarmu hari ini ? Semoga selalu sehat ya . Baik baik kamu disana.   Oh iya untuk bantuannya kemarin, terimakasih banyak ya, terimakasih karna masih perduli dengan ku, terimakasih karna masih mau membantuku, bantuan mu dan teman teman lainnya sangat berarti untukku.  Oh iya, aku lihat postingan mu dan dia sudah tidak ada lagi, apakah kalian putus ? Atau memang tidak ingin terlihat ? Kau jahat kapten, kau bahkan memposting semua org yg kau dekati, sedangkan aku, aku masih saja menunggumu. Setidaknya menunggumu pulang kapten, Kapten, i Miss you ~

(Dia) pecinta sepakbola - part II

 Halo kapten, Apa kabar ? Semoga selalu baik ya.. Apa? Aku? Alhamdulillah masih cantik kok hehe.. Masih bisa bernafas Alhamdulillah, walau setahun belakangan ini sangat sangat bersahabat dengan rumah sakit 🤔 Entahlah, rumah sakit rasanya enggan melepaskan ku, dia sangat memelukku erat bagai "selambu yang menyangkut di pohon kaktus".. Kapten, Hari raya tahun ini, kau kembali tidak ? Bukankah harusnya kau kembali, sudah berapa tahun kau tak kembali? Sangat lama bukan ? Kau tau kapten, Beberapa waktu lalu aku melihat foto dia. Iya dia. Dia yang sudah mengganti kan posisi ku. Aku senang kau bahagia. Ya kau harus bahagia. Harus.. Oiya kapten,  Jangan sering-sering mampir di mimpi ku, sebab hadirmu di dalam "bunga tidur" ku pun sangat mengganggu tau 😄

(Dia) pecinta sepakbola ? - part IV

 Hay kapten, Apa kabar? Semoga selalu sehat ya, Kapten ku dengar kau sudah tidak bersama dengannya lagi, aku senang sih, tp juga sedih, sampai saat ini kamu belum menemukan seseorang yang memang untukmu, ya sama seperti aku  Kapten, tau kah kamu ? Aku sekarang seorang odapus wkwk disatu sisi aku senang bahwa bukan km yg ada disisi ku saat aku mengalami ini, sebab bila kamu, aku tak tau apa yang harus aku lakukan. Kapten,  I really Miss you Bahkan jika dalam mimpi bolehkah bertemu dan kita saling bertegur sapa ? ....